Breaking News
Nasional
Respon News
  • Beranda
  • Nasional
  • Ragam
  • Hiburan
  • Dokumentasi
  • YouTube
Home / Nasional / Banyuwangi Lakukan Kajian Kesejarahan Cagar Budaya Inggrisan Melibatkan Sejumlah Pakar, Sebelum Direvitalisasi Tahun 2024

Banyuwangi Lakukan Kajian Kesejarahan Cagar Budaya Inggrisan Melibatkan Sejumlah Pakar, Sebelum Direvitalisasi Tahun 2024

Nasional
BANYUWANGI, Responnews.net  – Asrama Inggrisan merupakan salah satu obyek cagar budaya yang bakal direvitalisasi oleh Pemkab Banyuwangi pada tahun 2024 depan. Untuk menyongsong hal tersebut, berbagai kajian digalakkan dengan melibatkan sejumlah pakar.

Salah satunya dengan menggelar seminar yang mendatangkan sejumlah narasumber. Di antaranya menghadirkan sejarawan JJ Rizal dan arsitek sekaligus peneliti tata kota, Marco Kusumawijaya. Bertempat di Pelinggihan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Minggu (17-12-2023) lalu.

“Rangkaian seminar tersebut menjadi bagian dari konsolidasi publik sebelum nanti Asrama Inggrisan ini kita revitalisasi tahun depan,” ungkap Bupati Ipuk Fiestiandani.

Asrama Inggrisan tersebut akan dipugar sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang cagar budaya. Orisinalitas bangunannya akan tetap dipertahankan. 

“Nantinya ini akan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang semakin meningkatkan daya tarik wisatawan,” imbuh Bupati Ipuk.

Asrama Inggrisan merupakan komplek perkantoran telegrap yang menjadi penghubung dunia. Pada 1871, untuk pertama kalinya, Eropa dengan Australia tersambung kabel telegrap bawah laut. Di mana saat itu, Banyuwangi menjadi titik penghubungnya.

“Kabel bawah laut ditarik dari port Darwin di Australia sampai ke Banyuwangi. Dari Banyuwangi lantas disambung ke Singapura yang telah tersambung ke Eropa,” terang JJ Rizal, pemilik penerbitan buku sejarah Komunitas Bambu.

Dengan tersambungnya jaringan telegrap dunia tersebut, lanjut Rizal, menjadikan industri pers berkembang lebih cepat. Hal ini menjadi pemantik nasionalisme yang memuncak di abad 20. 

“Jaringan telegrap yang berpusat di Banyuwangi, selain terhubung ke dunia, juga menghubungkan sejumlah pulau di Indonesia. Ini turut berkontribusi dalam melahirkan kesadaran nasional,” terangnya.

Sementara itu, Marco Kusumawijaya lebih banyak mengulas tentang bagaimana kesatuan sebuah tata ruang dari keberadaan bangunan-bangunan heritage. Setiap pemugaran bangunan cagar budaya harus memperhatikan pelestariannya. 

“Tidak sekadar melestarikan bangunannya. Tapi, juga melestarikan pula kawasannya. Sehingga fungsi dan estetika dari cagar budaya itu tetap terjaga,” jelas penulis buku ‘Kota-Kota di Indonesia: Pengantar untuk Orang Banyak’.

Fungsi dari bangunan cagar budaya itu sendiri, imbuh peneliti Rujak Centre for Urban Studies tersebut, menjadi penanda akan memori kolektif. Baik memori manis ataupun memori pahit yang terjadi di masa silam. 

“Generasi sekarang bisa belajar dari peninggalan-peninggalan tersebut,” tegasnya.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kajian kesejarahan tentang bangunan-bangunan cagar budaya di Banyuwangi perlu terus digalakkan. Kamis (21-12-2023).

“Ini penting untuk menggugah kesadaran kita bersama,” pungkasnya.

Tim/Red
Facebook Twitter Google Plus

Redaksi

Dikembangkan oleh: PT RESPON GLOBAL INDONESIA.

RELATED POSTS

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar ( Atom )
Ikuti Kami dari Email

Sign up for our newsletter, and well send you news and tutorials on web design, coding, business, and more! You'll also receive these great gifts:

BERITA TERBARU

Isbat Nikah Terpadu di PCNU Banyuwangi: Sinergi Lintas Lembaga Hadirkan Kepastian Hukum bagi 40 Pasangan

Redaksi- Agustus 14, 2026

BERITA UTAMA

  • Isbat Nikah Terpadu di PCNU Banyuwangi: Sinergi Lintas Lembaga Hadirkan Kepastian Hukum bagi 40 Pasangan
    BANYUWANGI, Responnews.my.id  — Kepastian hukum dalam ikatan perkawinan menjadi fondasi utama perlindungan hak warga negara. Hal...
  • Kembali Beraksi, Residivis Empat Kali Masuk Penjara Diringkus Polresta Banyuwangi
    BANYUWANGI, Responnews.my.id  — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Banyuwangi, jajaran Polresta Banyuwangi, berhasil me...
  • Ketua Umum FERADI WPI Ucapkan Selamat kepada Brigitta Ira Lingga Usai Raih Gelar Sarjana Hukum Universitas Terbuka
    JAKARTA, Responnews.my.id   – Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C...

Arsip

Terjemahan

Tentang Kami

Tentang Kami
Arus berita dikanal utama kini berkembang dengan cepat, dengan berbagai jenis karakter media. Kini telah hadir Media Online Respon News, dengan membawa prinsip media yang Informatif dan Berimbang. Menyampaikan informasi secara Lokal dan Nasional, Respon News berusaha memenuhi kebutuhan pambaca akan informasi global.
Dikembangkan oleh: PT RESPON GLOBAL INDONESIA

Kode Etik Jurnalistik

  • Kode Etik Jurnalistik

Redaksi

  • Susunan Redaksi

Label

  • Nasional ( 5676 )
  • ragam ( 735 )
  • Hiburan ( 59 )
  • news ( 19 )

Pilihan

  • Isbat Nikah Terpadu di PCNU Banyuwangi: Sinergi Lintas Lembaga Hadirkan Kepastian Hukum bagi 40 Pasangan
    BANYUWANGI, Responnews.my.id  — Kepastian hukum dalam ikatan perkawinan menjadi fondasi utama perlindungan hak warga negara. Hal...
  • Kembali Beraksi, Residivis Empat Kali Masuk Penjara Diringkus Polresta Banyuwangi
    BANYUWANGI, Responnews.my.id  — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Banyuwangi, jajaran Polresta Banyuwangi, berhasil me...
  • Ketua Umum FERADI WPI Ucapkan Selamat kepada Brigitta Ira Lingga Usai Raih Gelar Sarjana Hukum Universitas Terbuka
    JAKARTA, Responnews.my.id   – Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C...
Distributed By Gooyaabi Templates
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Layanan